4. Berpikir dapat mengubah pasangan
www.justjared.com
Pemikiran seperti itu membuat kita selalu merasa aman saat memacari pria yang salah. Padahal saat sudah menjalin hubungan, usaha kita untuk mengubahnya hanya menguras tenaga dan emosi.
5. Kurang tepat membuat prioritas
www.justjared.com
Kriteria yang kurang tepat dapat menuntun kita pada pria yang salah. Kita cenderung memprioritaskan materi dan fisik dari seorang pria, dan lupa mempertimbangkan kepribadian seorang pria yang berpengaruh besar dalam hubungan. Alhasil, kembali kita terjebak dalam hubungan yang nggak bahagia.
6. Nggak menyadari pertanda buruk
photo.programme-tv.net
Pria mungkin saja telah menunjukkan tanda-tanda yang perlu kita hindari, misalnya pertanda bahwa ia pria posesif atau pria yang suka bersikap kasar. Namun kurangnya kesadaran pada hal-hal itu membuat kita terjerumus lagi pada pria yang salah.
7. Sudah terprogram sejak dini
www.fanpop.com
Sebagian perempuan memilih pasangan yang memiliki perilaku persis seperti ayahnya. Ketika sang ayah bersikap keras dan kasar, tanpa disadari kita juga memilih sosok pria yang sama sepertinya.
8. Warna hubungan yang sulit diubah
www.justjared.com
Pernahkah mencoba membandingkan masing-masing mantan di masa lalu? Jika kesemuanya memiliki sikap sama, tandanya kita memiliki warna hubungan yang sulit diubah. Diprediksikan, pasangan baru berikutnya juga akan memiliki sikap yang sama dengan mantan.









