Tolak Eksploitasi Danau Rana, Masyarakat Adat Pulau Buru Demo di Kantor Gebernur Maluku

oleh -129 views
Link Banner

[carousel_slide id=’12211′]

porostimur.com | Ambon: Puluhan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Adat Pulau Buru, melakukan unjuk rasa di depan kantor Gubernur Maluku, Kamis (22/19).

Dalam aksi itu, masa menolak program pariwisata Danau Rana dan meminta kepada Gubernur Maluku agar mendesak Bupati Buru, Ramli Umasugi untuk membatalkan program pariwisata Rana di Pulau Buru.

“Kenapa kami tolak, karena kami merasa kami di bodohi. Karena tempat itu telah di turunkan dari kami punya leluhur untuk kami selaku anak cucu keturunan dari 24 suku ini harus menjaga dan tetap melestarikan kami punya budaya itu tidak akan hilang dan kami tidak menjadi hukuman bagi kami generasi 24 suku” ucap koordinator aksi, Helmi Lesbasa kepada sejumlah awak media.

Link Banner

Selain meminta pembatalan secara keseluruhan kebijakan yang menyangkut pengembangan wisata danau Rana, masa juga mengancam akan melakukan aksi yang lebih besar, bila tuntutan tidak di penuhi.

Baca Juga  Bocah Tiga Tahun dan Perempuan Bersuami Tiga, di Bolmong Idap HIV-AIDS

“Iya berkaitan dengan proses tindak lanjuti, yang pertama kami akan melakukan aksi besar-besaran itu di Namlea, yang berikut kami akan memagari danau Rana. Kalau bapak Ramli Umasugi tidak percaya silakan dan kami akan buktikan kami akan palang, kami akan mampu membuktikan bahwa apa yang terjadi di gunung bota akan kami tunjukan di danau Rano” ucap Helmi.

Sebagai anak cucu dari 24 suku adat di pulau Buru, Helmi juga menyesalkan kebijakan Bupati Buru yang sepihak dan tidak melibatkan seluruh anak adat dalam sosialisasi kebijakan pariwisata danau Rana.

“Kami tetap akan mempertahankan danau Rana sebagai tempat sakral milik anak adat. Kami merasa bahwa ketika budaya kami di gusur secara habis maka kami juga habis” pungkasnya. (dayon)