Wanita dengan sifat Al-Hannanah hanya mampu melihat kekurangan suami dan merasa bahwa suaminya selalu kalah telak dari laki-laki yang pernah ada di dalam kehidupannya. Akan sulit bagi suami untuk merasa dihargai sebagai seorang kepala keluarga dan mendapatkan rasa cinta yang tulus, apabila sang istri memiliki sifat ini.
4. Al-Haddaqah

Dalam pernikahan, suami memang memiliki kewajiban untuk menafkahi sang istri serta anak-anaknya. Hal ini secara jelas tertulis dalam Alquran surat Al-Baqarah ayat 233 yang artinya, “Kewajiban ayah menanggung makan dan pakaian mereka dengan cara yang patut. Seseorang tidak dibebani, kecuali sesuai dengan kemampuannya…“
Kendati memiliki kewajiban mutlak untuk menafkahi istri, namun apabila seorang istri memiliki sifat Al-Haddaqah atau wanita shopaholic yang gemar berbelanja secara impulsif dan boros, maka suami akan terbeban bukan hanya secara finansial, melainkan juga secara mental.
Meskipun seorang laki-laki punya pendapatan yang tinggi, namun ketika ia menikahi wanita dengan sifat ini, maka uang yang ia hasilkan cenderung dihabiskan hanya untuk foya-foya sang istri.
5. Al-Barraqah

Menurut Imam Al-Ghazali, Al-Barraqah bisa memiliki dua arti. Yang pertama adalah wanita yang suka berhias atau berdandan sepanjang hari.










