Selain logistik, Pemda juga menyiapkan tenaga medis untuk mengawasi kondisi kesehatan pengungsi, terutama anak-anak dan lansia.
“Kami menyadari bahwa warga tidak hanya mengalami dampak fisik, tetapi juga psikologis. Karena itu, tenaga medis akan terus berjaga di lokasi,” tukasnya.
Helmi mengungkapkan, meski kondisi pengungsi secara umum baik, namun ada satu warga yang mengalami patah tangan akibat terpeleset saat membersihkan rumah.
“Korban sudah mendapatkan perawatan medis. Kami akan terus memantau kondisi kesehatan warga yang terdampak banjir,” tutupnya.
Sebagaimana diberitakan media ini sebelumnya, ratusan rumah warga di sejumlah desa Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, terendam banjir akibat tingginya curah hujan.
Di Desa Tabalema, Kecamatan Mandioli Selatan, Halmahera Selatan, ketinggian air mencapai lutut orang dewasa menggenangi jalan raya dan rumah-rumah warga. Akibatnya, banyak perabot rumah tangga yang ikut terendam dan rusak. (Tim)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News









