Dari Dapur ke Meja Makan, Keamanan Pangan Jadi Penentu
Thaher juga mengaitkan keamanan pangan dengan potensi ekonomi Maluku Tenggara yang memiliki kekayaan perikanan, hasil laut, pertanian, hingga ragam kuliner berbasis pangan lokal yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Kei.
Potensi tersebut, kata dia, harus dikelola secara baik agar tidak hanya menjadi kekayaan budaya, tetapi mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Pangan yang aman, bermutu dan higienis dinilai dapat meningkatkan daya saing pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), membuka peluang investasi serta memperkuat sektor pariwisata.
Bagi daerah kepulauan seperti Maluku Tenggara, kuliner juga menjadi bagian dari pengalaman wisatawan selain panorama pantai, laut dan kekayaan budaya Kei.
“Apabila makanan yang disajikan aman, higienis, dan berkualitas, maka kepercayaan masyarakat maupun wisatawan akan semakin meningkat,” ujarnya.
Sebaliknya, kelalaian dalam pengelolaan pangan yang berujung pada keracunan bukan hanya merugikan konsumen dan pelaku usaha, tetapi juga dapat memengaruhi citra daerah.
“Ketika menjaga kebersihan tempat usaha, sesungguhnya kita sedang menjaga nama baik Kabupaten Maluku Tenggara,” tegas Thaher.
Ia meminta para penjamah makanan tidak melihat profesinya semata-mata sebagai pekerjaan untuk memperoleh penghasilan, tetapi juga sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat.









