4 Pesan Nabi Muhammad Agar Kita Tak Dibutakan dengan Cinta Dunia

oleh -13 Dilihat

أَخَذَ رَسُولُ اللهِ ﷺ بِمَنْكِبِي فَقَالَ: «كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلِ وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُولُ: إِذَا أَمْسَيْتَ، فَلَا تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ، فَلَا تَنْتَظِرِ الْمَسَاءَ، وَخُذْ مِنْ صِحْتِكَ لِمَرَضِكَ وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ

Artinya: “Rasulullah SAW menepuk kedua pundakku, lalu bersabda, ‘Jadilah engkau di dunia ini seolah-olah orang asing atau orang yang singgah dalam perjalanan.’ Ibnu Umar berkata, ‘Jika engkau di waktu sore, maka janganlah menantikan waktu pagi. Dan jika engkau di waktu pagi, maka janganlah menantikan waktu sore. Ambillah kesempatan sewaktu engkau sehat untuk masa sakitmu, dan sewaktu engkau hidup untuk matimu.’” (HR Bukhari)

Baca Juga  Profil Iptu Wahyu Herman, Perwira Reserse yang Kini Pimpin Satreskrim Polres Halsel

Para alim ulama pensyarah hadits memaknai sabda Rasulullah SAW tersebut sebagai pengingat agar tidak terlalu cinta pada dunia, termasuk bergantung padanya dan menganggap kehidupan dunia akan kekal.

Imam an-Nawawi dalam kitab haditsnya menerangkan, orang asing atau perantau sekalipun tinggal lama di negeri orang, ia tetap tidak bertanah air di tempat yang ia diami itu. Jika orang tersebut bijaksana, kata Imam an-Nawawi, tentu kerjaannya di tanah rantau itu ia gunakan untuk mencari bekal guna dibawa ke tanah kelahirannya saat kembali nanti.

No More Posts Available.

No more pages to load.