48 Ronin

oleh -346 views

Karena sesungguhnya kita bukan debu
Meski kita telah reot, tua renta dan kelabu
Kita adalah kepribadian
Dan harga kita adalah kehormatan kita

Di ujung yang lain, kata kunci kedua “Korupsi” – yang bertumpu pada gerak yang tak mati seperti mengalami “soft landing” setelah sempat dibebat turbulensi penegakan hukum yang mematikan. Ada kebebasan baru. Aktifitas yang digerakkan secara sadar untuk mengeruk keuntungan lewat praktek-praktek penuh nista seperti menemui ujung terowongan yang membebaskan. Ada kemenangan yang dirayakan. Regulasi juga “direvitalisasi” untuk memberi rasa aman bagi para koruptor. Pelakunya bisa personal atau mereka yang bergerombol. Beleid mahkamah paling baru malah memberi ruang pengurangan hukuman jika para pencuri uang rakyat itu mengaku khilaf saat mencuri.

Baca Juga  Perkuat Operasi Tameng Papua-26, Pesawat Patroli Maritim TNI AL Mendarat di Ambon

Kehilangan para Ronin dan bangkitnya perlawanan kawanan pencuri mereduksi kata kunci ketiga ; “Pemberantasan” yang selama ini menjaga batas antara “Komisi, tempat orang-orang baik bekerja dengan “Korupsi – sebuah kejahatan luar biasa yang menghitamkan wajah negeri. Pemberantasan yang berisi diksi “melawan” seperti menemui ruang hampa udara. Dia bukan lagi palagan yang disesaki kebenaran dan keadilan. Sendirian terjepit di antara kebuntuan demokrasi. Menulisnya juga tak lagi menggunakan “P”. Mungkin masih ada asa tapi kita mencarinya di persimpangan yang samar antara harapan dan utopia.

No More Posts Available.

No more pages to load.