5 ABK Asal Indonesia Jadi Korban Perbudakan Kapal Ikan Asing di Laut Arafura

oleh -9 Dilihat

Ipung menambahkan, hingga saat Ini pihaknya telah menggambarkan perlakuan ABK Indonesia di atas kapal asing ilegal tersebut.

KKP menurut dia, akan terus mengejar kapal asing tersebut, sampai bisa mempertanggungjawabkan kepada warga Indonesia.  

Muhammad Sanusi Iskandar, salah satu ABK, mengaku tidak mendapatkan apa yang dijanjikan oleh agensi, yakni gaji Rp2 juta dan tunjangan hari raya (THR) sebesar Rp2 juta setelah sampai di kapal. 

“Namun setelah sampai di kapal semua itu tidak ada.Malah dari pihak kapal menurunkan semua yang dijanjikan, katanya akan ada uang THR sebesar Rp250 ribu dan uang bongkar Rp300 ribu,” bebernya. 

Mendapat perlakuan yang tidak baik, para ABK kemudian memutuskan tidak melanjutkan pekerjaan, karena untuk kepastiannya mereka tidak menerima apa yang dijanjikan.

Baca Juga  Dari Mekkah ke Teheran, Bagaimana Lanskap Keamanan Timur Tengah Bergeser?

Salah satu pihak kapal asing juga menjanjikan lagi untuk memulangkan, namun tidak juga ada kejelasan.

“Akhirnya kami terpaksa untuk tetap bekerja untuk mendapatkan makan. Mirisnya, makanan yang dikasih hanya 1 loyang yang dibagi untuk 31 orang ABK. Lebih mirisnya ada teman kami yang mengalami kecelakaan kerja, namun hanya diberi alkohol, kemudian lukanya ditutupi kopi,” terangnya.

Robby Saktiawan, ABK lainnya, menjelaskan mereka diberi minum air tetesan Air Conditioner (AC) dan air hujan, saat mogok kerja.

No More Posts Available.

No more pages to load.