5 Cara Melayani Istri Sesuai Ajaran Islam, Suami Catat Ya!

oleh -39 views

Rumah tangga yang harmonis tentu harus dibentuk dengan segenap usaha dan upaya. Seorang istri harus tahu kewajiban dan haknya, demikian juga bagi seorang suami yang harus paham dengan cara melayani serta memperlakukan istri.

Dalam ajaran Islam, melakukan hubungan seks antara suami dan istri merupakan suatu kewajiban. Hubungan ini juga menjadi ekspresi cinta. Namun perlu dicatat bahwa rumah tangga yang harmonis tidak hanya soal seks semata.

Dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 187, Allah SWT berfirman:

أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ ٱلصِّيَامِ ٱلرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَآئِكُمْ ۚ هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ ۗ عَلِمَ ٱللَّهُ أَنَّكُمْ كُنتُمْ تَخْتَانُونَ أَنفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنكُمْ ۖ فَٱلْـَٰٔنَ بَٰشِرُوهُنَّ وَٱبْتَغُوا۟ مَا كَتَبَ ٱللَّهُ لَكُمْ ۚ وَكُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ ٱلْخَيْطُ ٱلْأَبْيَضُ مِنَ ٱلْخَيْطِ ٱلْأَسْوَدِ مِنَ ٱلْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا۟ ٱلصِّيَامَ إِلَى ٱلَّيْلِ ۚ وَلَا تُبَٰشِرُوهُنَّ وَأَنتُمْ عَٰكِفُونَ فِى ٱلْمَسَٰجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُودُ ٱللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ ءَايَٰتِهِۦ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

Artinya: “Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.”

Baca Juga  4 Zodiak Paling Ambisius yang Rentan Bersikap Licik

Merangkum buku Merebut Hati Istri: Kiat-kiat Menjadi Suami yang Mampu Melengkapi Kekurangan Istri karya Rizem Aizid, dijelaskan bahwa ayat tersebut secara implisit menerangkan bahwa ketika suami istri melakukan hubungan seksual, masing-masing harus mampu menunjukkan dan memberikan kepuasan pada lawan jenisnya. Dengan demikian, masing-masing telah memfungsikan dirinya sebagai pakaian terhadap yang lain.

Dalam sebuah hadits, dari Anas RA, Rasulullah SAW bersabda,

“Apabila salah seorang kalian berhubungan seksual dengan istrinya, hendaklah ia (menyempurnakannya) dengan sungguh-sungguh (bisa menaikkan nafsu birahi wanita). Apabila ia telah (merasakan) mencapai kepuasan sedangkan istrinya belum, maka jangan terburu-buru meninggalkannya, sehingga si istri pun mencapai kepuasannya.” (HR. Abu Yala.)

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memuaskan istri. Cara ini sesuai dengan ajaran Islam dan dilakukan dengan niat ikhlas untuk mendapatkan ridho Allah SWT.

Baca Juga  Gunung Dukono Erupsi, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter

1. Harus ada perasaan cinta

Hubungan suami istri harus diawali dengan rasa cinta. Mengutip buku Pernikahan Menurut Islam oleh Samsurizal dijelaskan pentingnya perasaan cinta yang harus tertanam di benak suami dan istri. Dengan perasaan cinta dari suami, seorang istri akan lebih mencurahkan kasih sayangnya.

2. Membaca Doa

Sebelum melakukan hubungan intim dengan istri, hendaknya membaca doa terlebih dahulu.

Doa sebelum berhubungan suami istri:

بِسْمِ اللهِ العِلِيِّ العَظِيْمِ، اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنْ قَدَّرْتَ أَنْ تَخْرُجَ مِنْ صُلْبِيْ

Arab-latin: Bismillahil ‘aliyyil ‘adhiim. Allahumaj’alhu dzurriyyatan thayyibatan in qoddarta an takhruja min shalbii.

Artinya: “Dengan nama Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Tuhanku, jadikanlah ia keturunan yang baik bila Kau takdirkan ia keluar dari tulang punggungku.

3. Bercumbu dan bermesraan

Bercumbu dengan istri perlu dilakukan terlebih dahulu sebelum berhubungan intim. Bisa awali dengan obrolan santai, dan pastikan suasana juga mendukung.

Hadits Rasulullah SAW mengisyaratkan bahwa tidak boleh melakukan hubungan seksual sebelum bermesraan.

“Janganlah salah seorang dari kamu menggauli istrinya seperti binatang, tetapi hendaklah ada perangsang sebelumnya. Kemudian ada yang bertanya, ‘Apa perangsangnya?’ Nabi menjawab, ‘Ciuman dan cakapan’.” (Diriwayatkan Abu Mansur Al-Dailami)

Baca Juga  9 ASN Kemenag Kota Ternate Dilantik Dalam Jabatan Fungsional

4. Niatkan untuk beribadah

Seorang suami yang menggauli istrinya dengan baik dianggap sebagai sebuah ibadah. Hal ini dijelaskan Rasulullah SAW dalam sebuah hadits,

“Di kemaluan kamu ada sedekah (pahala).” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah ketika kami bersetubuh dengan istri akan mendapat pahala?” Rasulullah SAW kemudian menjawab, “Ya, andaikata bersetubuh pada tempat yang dilarang (diharamkan) itu berdosa. Begitu juga dilakukan pada tempat yang halal, pasti mendapat pahala. Kamu hanya menghitung hal-hal buruk saja, akan tetapi tidak menghitung hal-hal yang baik.”

5. Berdoa setelah berhubungan

Setelah berhubungan, sunnah hukumnya untuk memanjatkan doa. Berikut ini adalah doa setelah berhubungan suami istri.

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ خَلَقَ مِنَ المْـَــاءِ بَشَـــرًا

Arab-Latin: “Alhamdu lillaahi dzdzii khalaqa minal maa i basyaraa”.
Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air mani ini menjadi manusia (keturunan).

Demikian pandangan Islam yang mengajarkan tentang hubungan suami istri. Pernikahan merupakan hubungan yang dirahmati Allah SWT sekaligus ibadah seumur hidup, sudah menjadi kewajiban suami dan istri untuk saling menjaga rumah tangga.

sumber: detikhikmah

No More Posts Available.

No more pages to load.