Jangan hanya berupaya menghadapi pasangan yang cenderung playing victim, tapi buatlah juga jadwal bagi diri sendiri untuk melakukan dekompresi demi memberi batasan yang jelas. Hal ini penting untuk memenuhi kebutuhan emosional dan kesehatan mental untuk diri sendiri.
3. Hindari menjadi terlalu emosional
Orang yang cenderung playing victim biasanya cukup ahli dalam berbagi kisah-kisah emosional untuk mendapatkan perhatian. Jadi, belajarlah untuk tidak menjadi emosional dengan cerita tersebut hingga terkesan memihak. Pasalnya, memihak hanya akan memperkuat victim mentality karena merasa perilakunya mendapat dukungan.
Oleh karena itu, pastikan untuk menghindari keterlibatan emosional dalam ‘drama’ tersebut. Daripada memakai emosi, lebih baik dengarkan saja apa yang diceritakan sambil menjaga suasana santai. Saat sudah selesai, beri tahu cara memperbaiki situasi di lain waktu.
4. Ubah topik pembicaraan
Cara efektif lain menghadapi pasangan playing victim adalah mengubah topik pembicaraan dengan cepat sambil menjaga obrolan tetap aktif. Langkah ini cukup membantu dalam mengesampingkan rengekan yang muncul dan menjaga pikiran tetap positif.
Salah satu cara untuk mengubah topik pembicaraan dengan cepat bisa dengan mengajukan pertanyaan terkait apa yang dibicarakan. Jika mengeluh tentang rekan kerja, tanyakan perannya bagi perusahaan demi mengarahkan obrolan yang lebih positif. Atau, beri pujian untuk mengalihkan perhatiannya.









