Porostimur.com, Beirut – Pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon tetap menolak meninggalkan posisi mereka sesuai permintaan Israel.
Israel yang tengah melancarkan serangan darat dan udara di Lebanon telah meminta UNIFIL untuk mundur dari posisi mereka. Militer negeri zionis itu bahkan menyerang dengan tank ke arah pos UNIFIL yang menyebabkan dua Tentara Nasional Indonesia (TNI) terluka pada Kamis (10/10/2024).
“Israel meminta kami mundur dari posisi di sepanjang garis hijau atau mundur sekitar 5 km jauhnya. Namun, semua sepakat untuk tetap tinggal,” kata Andrea Tenenti, juru bicara Pasukan PBB di Lebanon ( UNIFIL), Sabtu (12/10/2024).
Ini bukan pertama kalinya Israel meminta UNIFIL menarik pasukan dari garis hijau, sebutan untuk perbatasan Israel-Lebanon.
UNIFIL mengatakan pada 5 Oktober, Israel telah meminta mereka untuk meninggalkan beberapa posisi di Lebanon selatan. Namun pasukan penjaga perdamaian PBB tidak menanggapi.
Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon pada 10 Oktober juga merekomendasikan agar UNIFIL memindahkan pasukannya sekitar 5 km ke utara untuk menghindari bahaya meningkatnya pertempuran.
UNIFIL mengumumkan bahwa seorang tentara terkena peluru akibat operasi militer di dekat markas besarnya di Naqoura pada Jumat (11/10/2024) malam, dan korban tersebut dalam kondisi stabil.










