Namun, peristiwa ini kerap dianggap taktik yang disebut love bombing. Tujuannya adalah membuat kamu terbuai dan telanjur bergantung secara emosional sebelum sempat mengenali karakter aslinya. Bagaimanapun, hubungan yang sehat membutuhkan waktu yang logis untuk bertumbuh, bukan melompat begitu saja.
2. Selalu ingin tahu tentangmu

Pexels.com/Alena Darmel
Pada masa pendekatan, dia tampak sangat antusias mendengarkan setiap kisah hidup kamu, mulai dari cerita masa kecil, ambisi, hingga ketakutan terbesar dan rahasia paling intim. Kamu merasa sangat didengar karena dia menunjukkan ketertarikan yang begitu besar.
Sayangnya, sikap ini merupakan salah satu tanda emotional abuse yang awalnya keliatan romantis yang patut diwaspadai, karena bisa saja bumerang. Pasangan yang manipulatif kerap mengumpulkan informasi pribadi ini sebagai “amunisi”. Ketika terjadi konflik di kemudian hari, rahasia atau kelemahan yang pernah kamu ceritakan secara sukarela tersebut akan digunakan untuk menyerang, mengintimidasi, atau membuat kamu merasa bersalah.
3. Komunikasi tiada henti

Pexels.com/Vitaly Gariev
Ponsel kamu mungkin nggak pernah sepi sejak menjalin hubungan dengannya. Mulai dari ucapan selamat pagi yang manis, hingga panggilan telepon di setiap jam istirahat yang membuat kamu merasa diprioritaskan setiap waktu. Perhatian yang sangat intens ini sayangnya sering menjadi langkah awal dari sikap posesif.









