Komunikasi adalah kunci. Bicarakan secara jujur dengan pasangan kamu tentang batasan yang perlu diterapkan. Jelaskan kepada mertua dengan sopan bahwa kamu dan pasangan ingin belajar dan mengatasi masalah rumah tangga sendiri. Sampaikan bahwa nasihat mereka tetap dihargai, namun keputusan akhir ada di tangan kamu dan pasangan.
2. Membuatmu Merasa Tidak Cukup Baik
Mertua toksik mungkin sering membuat kamu merasa tidak cukup baik. Mereka bisa saja mengkritik cara kamu mengurus rumah, memasak, atau bahkan penampilan kamu. Hal ini bisa merusak rasa percaya diri dan menimbulkan stres dalam pernikahan.
Jangan biarkan kritik negatif merusak harga diri kamu. Yakinkan diri kamu bahwa kamu adalah pasangan yang baik dan pantas dihargai. Jika kritik terus berlanjut, bicarakan dengan pasangan kamu untuk mencari solusi bersama. Pasangan kamu bisa membantu menyampaikan kepada mertua bahwa sikap kritis tersebut tidak konstruktif dan malah menyakiti perasaan.
3. Selalu Membandingkan dengan Orang Lain
Mertua toksik sering kali membandingkan kamu dengan orang lain, seperti mantan pacar anaknya atau menantu lainnya. Mereka mungkin mengatakan bahwa orang lain lebih baik dalam hal tertentu, yang pada akhirnya membuat kamu merasa tidak dihargai.
Tetaplah tenang dan jangan terbawa emosi. Bicarakan dengan pasangan kamu tentang perasaan kamu saat dibandingkan dengan orang lain. Jika perlu, ajak pasangan kamu untuk berdiskusi dengan mertua tentang bagaimana perbandingan tersebut tidak membantu dan malah menimbulkan perasaan tidak nyaman.









