75 Tahun Erros Djarot: Melawan Dengan Kata

oleh -423 views

Di usia 75, ED telah mewariskan beragam karya – musik, film, tulisan, institusi dan pemikiran – yang menjadi bagian dari kompendium khazanah budaya nasional yang bakal dikenang oleh generasi mendatang. Namun, warisan terbesar dari ED bukanlah cuma karya-karyanya, melainkan elan vital dan keberanian untuk menyuarakan kebenaran. Gairah untuk mengekspresikan pikiran dan talentanya demi kepentingan yang lebih besar dari dirinya.

ED adalah maestro musik dan sutradara; jurnalis dan budayawan; aktivis dan intelektual. Sosok yang menolak stereotyping “One Dimensional Man” sebagaimana dikhawatirkan Herbert Marcuse tentang karakteristik manusia era pasca-industri.

ED menyaksikan Indonesia bertransformasi dari masa ke masa, dari rezim ke rezim, dan selalu hadir, terlibat aktif, ikut membentuk dan mewarnai, tak pernah lelah, apalagi menyerah. Hingga hari ini, Ia terus berkiprah, menolak kemapana. Menolak tunduk, ditengah pragmatisme politik oportunistik dan penjilatan.

Baca Juga  Polres Ternate Selidiki Dugaan Pencurian di Kantor Ombudsman Maluku Utara

ED terus berupaya menyuarakan hati nurani, melawan dengan kata-kata, dan mem – “Bongkar Abis” kepalsuan dan kezaliman kekuasaan. Saya beruntung ikut menyaksikan dan menemani, dari dekat, kiprahnya hingga hari ini, di ulang tahun yang ke-75.

No More Posts Available.

No more pages to load.