Porostimur.com, Jakarta – Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) mengungkapkan, timnya menemukan gunung bawah laut ketika melakukan ekspedisi menuju ke perairan Banda, Maluku.
Komandan Pushidrosal Laksamana Madya TNI Nurhidayat mengatakan, jumlah gunung api bawah laut yang ditemukan di Laut Banda mencapai 10 buah. Ke-10 gunung api bawah laut itu pun sudah diberikan nama.
“Ada 10 (gunung api bawah laut yang ditemukan), tapi yang diterima (namanya) baru delapan karena dua (gunung api bawah laut) masih belum lengkap. Jadi lerengnya itu belum kelihatan. Ini yang akan diambil lagi,” ujar Nurhidayat dalam pertemuan Hydrographic Service and Standards Committee di Kuta, Bali, di Kuta, Bali pada 17 Mei 2022 lalu.
“Nah ada yang namanya Aurora, ada yang namanya Yudo (Sagoro), Moro Gada, terus ada Gapuro Sagoro,” sambungnya
Nurhidayat menjelaskan, temuan 10 gunung api bawah laut tersebut melalui proses panjang.
Sebelumnya, Belanda pada 1990-an sudah pernah melakukan ekspedisi Snellius di Laut Banda. Lalu, ada ekspedisi Jalacitra I ‘Aurora’ pada 2021. Ketika melewati Laut Banda, TNI AL menemukan hal yang aneh.
“Kemarin (saat ekspedisi Jalacitra I ‘Aurora’ 2021) kami coba (lewati). Saat kami melintas kok ada yang aneh. Tapi, tujuan kami bukan di situ, karena memang ada yang lebih penting. Pada saat kami harus melihat gunung-gunung yang banyak di daerah Halmahera ternyata betul kami dapatkan (gunung api bawah laut),” katanya.




