Porostimur.com, Jakarta – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI telah menerima informasi terkait contoh surat suara simulasi Pilpres hanya ada dua pasangan calon di beberapa daerah.
Bawaslu menilai hal tersebut berpotensi adanya pelanggaran.
“Hal ini bisa berpotensi membuat permasalahan etis dan administratif,” kata Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja kepada wartawan, Kamis (4/1/2024).
Bagja mengatakan pihaknya akan menelusuri hal tersebut. Menurutnya, seharusnya ada proses cek sebelum mendistribusikan surat suara simulasi tersebut.
“Kami sedang telusuri. Kan ada proses cek sebelum keluar,” ujarnya.
Seharusnya, kata dia, surat suara simulasi dibuat sesuai dengan jumlah peserta Pilpres. Dia menuturkan kesalahan tersebut akan menjadi temuan jika semua unsur terpenuhi.
“(Harusnya dibuat) sesuai dengan jumlah peserta pemilu,” jelas dia.
“Ya akan jadi temuan kalau terpenuhi semua unsur,” imbuhnya.
Sebelumnya, KPU RI buka suara terkait contoh surat suara Pilpres dua pasangan calon yang digunakan untuk simulasi. KPU menegaskan hal tersebut terjadi lantaran human error.
“Terkait hal tersebut itu terjadi human error yang tidak disengaja, tidak ada motif lainnya, kecuali memang kekhilafan yang terjadi,” kata Ketua Divisi Teknis KPU RI Idham Holik kepada wartawan, Rabu (3/1).









