Oleh: Virdika Rizky Utama, Peneliti PARA Syndicate dan Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Politik, Shanghai Jiao Tong University
DALAM debat presiden Indonesia 2024, keberanian kandidat tidak hanya diukur dari kata-kata mereka, tetapi juga dari kemampuan menangani isu nasional dan internasional yang kompleks, termasuk Pertahanan, Keamanan, Hubungan Internasional, dan Geopolitik.
Debat ketiga ini memperlihatkan kemampuan, strategi, dan visi kandidat untuk masa depan bangsa.
Ini adalah malam di mana kecerdasan strategis, ketajaman diplomatik, dan kecerdasan politik ditampilkan secara penuh.
Capres nomor urut tiga Ganjar Pranowo tampil menonjol di tengah-tengah pertukaran yang berapi-api pada malam itu.
Ganjar memancarkan sikap tenang, taktis, dan efisien. Fokus yang tajam pada ide-ide substantif dan respons metodis terhadap pertanyaan yang diajukan menandai pendekatannya.
Berbeda dengan rekan-rekannya, capres nomor dua Prabowo Subianto dan capres nomor satu Anies Baswedan, yang sering terlihat terjebak dalam pertarungan bilateral, Ganjar menavigasi debat dengan penekanan yang jelas pada strategi kepemimpinan dan kedalaman kebijakan.
Kemampuannya untuk mempertahankan fokus di tengah-tengah perdebatan menunjukkan ketajaman politik dan potensi kepemimpinannya.









