Hasto PDIP: Muncul Gemoysian Setelah Debat Kedua Capres

oleh -77 views

Porostimur.com, Jakarta – Sekretaris TPN Ganjar-Mahfud yang juga Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto, menyoroti kondisi reaktif Prabowo di Debat Capres kali ini.

Di aplikasi X misalnya, lanjut Hasto, muncul istilah baru untuk Prabowo.

“Ini direspons di publik di media sosial di Twitter (kini X) muncul Gemoysian padahal kalau kita lihat debat pertama dan kedua kita lihat pendukung 02 itu menampilkan karakter-karakter yang mencoba membangun hegemoni dan penuh emosi. Itu pun kami saat itu maklumi sehingga apa yang dilakukan dengan mendatangi moderator dengan mendatangi tim kampanye lain, itu cara-cara yang tidak terpuji yang seharusnya tidak dilakukan. Karena dalam debat-debat sebelumnya kami sangat toleran menyikapi tim supporter dari 02,” kata Hasto.

Baca Juga  Ajax ke Legenda Belanda Keturunan Maluku: Oom Simon Terima Kasih

Hasto juga menanggapi pertanyaan awak media mengenai sikap Prabowo yang tidak mau bersalaman dengan Anies.

“Seharusnya kalau kita lihat temanya ini berbicara soal kepentingan rakyat dan negara. Pertahanan, keamanan itu menyangkut survival kita sebagai bangsa, menyangkut kepentingan rakyat banyak sehingga ketika debat saja kemudian Pak Prabowo tak mau salaman dengan Pak Anies, karena kritik-kritik tajam Pak Anies,” kata Hasto.

Menurut Hasto, pemimpin tidak boleh emosional seperti itu. Hasto menilai salaman menunjukkan suatu hal yang baik sehingga Prabowo perlu belajar membangun karakter bangsa.

“Apa yang disampaikan Pak Prabowo tadi tentang etika sebagai hal yang tertinggi itu juga dijalankan satunya kata dan perbuatan. Ini yang kami sayangkan,” jelas Hasto.

Dosen Universitas Pertahanan (Unhan) RI itu juga menjawab pertanyaan awak media tentang Prabowo yang banyak setuju dengan gagasan Ganjar.

Baca Juga  5 Model Baju Koko Terbaru Pria 2024, Simpel dan Stylish

“Menunjukkan bahwa kebenaran jawaban Pak Ganjar karena pemahaman yang sangat luas. Karena pengalaman dua periode sebagai anggota DPR, dua periode sebagai gubernur, dan sebagai kader PDIP yang sangat memahami aspek geopolitik dan hubungan luar negeri. Karena kami diajarkan tentang KAA, Gerakan Non-Blok, dan sebagainya,” kata Hasto.

Tentang data, lanjut Hasto, sudah dibantah oleh Ganjar sendiri karena Prabowo tidak mampu memberikan suatu penjelasan terhadap penurunan dalam indeks peringkat pertahanan nasional di tengah kenaikan anggaran yang cukup besar di Kementerian Pertahanan.

Kemudian Hasto melanjutkan Prabowo justru cenderung menyalahkan pihak lain.

“Yang disalahkan adalah menteri keuangan, sehingga di sini menunjukkan bahwa pak Prabowo sebagai menhan seharusnya mampu memberikan penjelasan lebih baik terhadap seluruh aspek pertahanan. Tetapi ternyata malah melemparkan kesalahan kepada Kemenkeu. Ini gambaran pemimpin yang tidak bijak,” tandas Hasto. (red)

Baca Juga  FMIPA Unpatti Gelar Olimpiade Sains 2024

Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.