Mengapa Zohran Mamdani Bangkitkan Islamofobia di AS? Begini Alasannya!

oleh -268 views

Porostimur.com, New York – Kemenangan Zohran Mamdani dalam pemilihan pendahuluan wali kota New York City bukan hanya sebuah pencapaian politik yang luar biasa, tetapi juga menjadi pemicu gelombang besar Islamofobia di Amerika Serikat.

Dalam waktu 24 jam setelah kemenangan diumumkan, CAIR Action mencatat 127 insiden ujaran kebencian yang menyasar langsung kepada Mamdani. Angka ini lima kali lipat lebih tinggi dari rata-rata harian sebelumnya.

Tak hanya itu, lebih dari 6.200 unggahan Islamofobia bermunculan di media sosial, terutama di platform X, dengan sekitar 62% dari unggahan ditujukan khusus kepada Mamdani.

Serangan ini bukan hanya bersifat verbal, melainkan juga berupa ancaman kekerasan dan tuduhan ekstrem, bahkan sampai menyamakannya dengan pelaku tragedi 11 September.

Apa Itu Islamofobia?

Islamofobia adalah bentuk prasangka, ketakutan, atau kebencian terhadap Islam dan umat Muslim. Sikap ini biasanya diwujudkan dalam sikap, ujaran, atau tindakan diskriminatif.

Baca Juga  Desak Perubahan Pola Relasi dengan Korporasi, Gerindra Halsel: Jangan Sekadar CSR, Harus Ciptakan Nilai Bersama

Ciri-ciri Islamofobia meliputi:

  1. Stereotipe negatif terhadap muslim, misalnya mengaitkan mereka dengan kekerasan atau terorisme.
  2. Pelecehan verbal atau fisik terhadap individu muslim karena identitas keagamaannya (misalnya karena memakai jilbab atau nama Arab).
  3. Diskriminasi institusional, seperti perlakuan tidak adil dalam dunia kerja, pendidikan, atau oleh aparat hukum.
  4. Ujaran kebencian di media dan politik, termasuk menyebarkan informasi keliru tentang Islam atau menyalahkan muslim atas peristiwa tertentu (misalnya serangan September 2001).

Mengapa Zohran Mamdani Jadi Sasaran?

Zohran Mamdani merupakan sosok yang mematahkan stereotipe dalam politik Amerika, yakni seorang muslim, sosialis, dan pendukung Palestina.

Dalam debat kandidat wali kota, saat para pesaingnya menyebut Israel sebagai negara pertama yang akan mereka kunjungi, Mamdani justru menyatakan akan tetap tinggal di New York City karena merasa tanggung jawab utamanya adalah melayani warganya. Jawaban ini membuatnya jadi sorotan publik.

No More Posts Available.

No more pages to load.