Porostimur.com, Jakarta — Pertumbuhan ekonomi wilayah Maluku dan Papua pada triwulan II tahun 2025 anjlok tajam. Data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekonomi di kawasan timur Indonesia itu hanya tumbuh 3,33 persen secara tahunan (year on year/yoy)—angka yang jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada 2024 yang masih mencatatkan pertumbuhan sebesar 8,45 persen.
Capaian ini menjadikan Maluku dan Papua sebagai wilayah dengan pertumbuhan ekonomi paling rendah di Indonesia, kalah bersaing dibandingkan kawasan lain seperti Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.
“Pertumbuhan ekonomi Maluku dan Papua jauh melambat, dan ini berdampak pada kontribusinya secara nasional,” kata Moh. Edy Mahmud, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Selasa (5/8/2025).
Kinerja Jawa dan Sumatera Lebih Tangguh
Sebaliknya, wilayah Jawa justru menunjukkan performa yang semakin menguat. Pada triwulan II 2025, pertumbuhan ekonomi Jawa mencapai 5,24 persen, meningkat dibandingkan triwulan II tahun lalu yang hanya 4,92 persen. Pertumbuhan ini didorong oleh industri pengolahan, perdagangan, serta sektor informasi dan komunikasi.
Wilayah ini juga menyumbang kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, yakni sebesar 56,94 persen, disusul oleh Sumatera yang berkontribusi sebesar 22,20 persen.




