Porostimur.com, Ambon – Negeri Morella, Kecamatan Leihitu, bersiap menggelar ritual adat tahunan Atraksi Pukul Sapu Lidi yang akan mencapai puncaknya pada Sabtu, 28 Maret 2026 di Stadion Pukul Sapu Lidi.
Tradisi yang telah terjaga sejak tahun 1646 ini merupakan bentuk penghormatan atas perjuangan heroik Kapitan Telukabessy bersama para malesi dalam melawan VOC Belanda pada Perang Kapahaha.
Diawali Prosesi Obor dan Drama Sejarah
Rangkaian kegiatan dimulai pada Jumat (27/3/2026) pukul 17.00 WIT dengan ritual pengambilan obor Kapitan Telukabessy di Benteng Kapahaha.
Obor tersebut kemudian diarak keliling kampung oleh anak cucu Kapitan Telukabessy dari soa Hiti, Tuhe, dan Meteng sebagai simbol penghormatan terhadap leluhur.
Pada malam harinya, masyarakat dan pengunjung akan disuguhkan pementasan drama sejarah Perang Kapahaha (1636–1646) serta Hadrat Malam yang sarat nilai religius dan budaya.
Karnaval Budaya hingga Atraksi Utama
Memasuki hari kedua, Sabtu (28/3/2026), kegiatan diawali dengan karnaval budaya sejak pukul 08.00 WIT yang menampilkan ragam adat Negeri Morella serta kekayaan seni Maluku.
Puncak acara berlangsung pukul 15.00 WIT melalui Atraksi Pukul Sapu Lidi, sebuah tradisi unik yang menjadi daya tarik utama dan simbol keberanian serta ketahanan masyarakat.









