Porostimur.com, Piru — Kreativitas masyarakat menjadi salah satu daya tarik dalam pelaksanaan Karnaval Budaya Waimital Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) ke-72 Tahun 2026.
Salah satunya terlihat dari penataan booth bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif (Ekraf) yang memanfaatkan bambu bekas melalui konsep daur ulang.
Pemanfaatan bahan sederhana tersebut tidak hanya menghadirkan tampilan yang menarik, tetapi juga menunjukkan bagaimana kreativitas masyarakat dapat berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan.
Menariknya, kreativitas tersebut merupakan bagian dari inisiatif panitia Karnaval Budaya Waimital yang setiap tahun melibatkan kepanitiaan secara bergilir dari RW-RW yang ada di Desa Waimital.
Pada pelaksanaan Karnaval Budaya Waimital ke-72 tahun ini, RW Tirtomulio mendapat kepercayaan sebagai panitia penyelenggara.
Bambu Bekas Disulap Jadi Booth Kreatif
Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Kabupaten SBB, Yusnita, mengapresiasi kreativitas dan semangat gotong royong masyarakat Waimital dalam menyelenggarakan kegiatan budaya tersebut.
Menurutnya, penggunaan bambu bekas untuk booth UMKM dan Ekraf menunjukkan bahwa bahan sederhana dapat diolah menjadi sesuatu yang memiliki nilai estetika sekaligus fungsional.









