Joe Biden, Jokowi, Kuda Dan Burung Gereja

oleh -94 views

Oleh: Farid Gaban, Jurnalis Senior

Jika kita memberi makan kuda cukup banyak, sebagian remah-remah makanan itu akan menghidupi pula burung-burung gereja. Dalam ilmu ekonomi, “teori kuda dan burung gereja” dikenal pula sebagai “teori menetes ke bawah” atau trickle-down economics.

Teori itu begitu populer dalam 40 tahun terakhir baik di kalangan ekonom, presiden, maupun perdana menteri.

Dia hampir mendekati mantra ajaib. Resepnya seperti ini: permudah bisnis orang kaya lewat pengurangan pajak, subsidi dan deregulasi, maka ekonomi akan tumbuh, yang pada akhirnya akan meneteskan kemakmuran ke orang-orang miskin.

Teori ini juga nampak menonjol diterapkan dalam pembangunan infrastruktur dan tata ruang: bangun pusat-pusat pertumbuhan (kota baru, kawasan ekonomi khusus) maka kemakmuran akan meluber ke pinggiran.

Baca Juga  Eks Wakil Kepala BGN Ajukan JC, Klaim Ada “Nama Besar” di Balik Korupsi Program MBG

Popularitas teori itu tak terpisahkan dari kampanye “pasar bebas” Amerika Serikat dan disokong dua lembaga keuangan internasional: Bank Dunia (World Bak) dan Dana Moneter Internasional (IMF).

Tapi, kini angin justru sedang berbalik di Amerika Serikat sendiri. Presiden Joe Biden secara terbuka kini mengatakan “Trickle down has never worked.” Teori “menetes ke bawah” cuma mitos.

Biden membalik kebijakan: memajaki lebih banyak orang kaya; membantu serius warga termiskin. Dia menekankan pembangunan dari bawah (bottom-up), bukan top-down.