Abdullah Hehamahua Jawab Ngabalin: Adinda Lebih Teroris Lagi

oleh -80 views

Porostimur.com | Jakarta: Ketua Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) Laskar FPI, Abdullah Hehamahua menjawab pernyataan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin yang menyebut dirinya sebagai ‘teroris’.

Dalam hal ini, kisruh antara kedua tokoh itu bermula saat Abdullah menggambarkan pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Jakarta layaknya Musa menemui Firaun.

“Jika saya seorang teroris, maka adinda Ngabalin lebih teroris lagi,” kata Abdullah menyitir CNNIndonesia.com, Sabtu (17/4/2021).

Menurutnya, Ngabalin pernah aktif sebagai kader Pelajar Islam Indonesia (PII). Beda halnya dengan dirinya yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Dia menggambarkan, kedua organisasi pelajar dan mahasiswa itu memiliki watak yang berbeda. Menurutnya, PII lebih galak daripada kader HMI.

Baca Juga  Maluku Utara Perkuat Posisi sebagai Pusat Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Dunia

“Itulah sebabnya, sebelum reformasi ketika saya berada di Jakarta, adinda Ngabalin ngajak saya jumpa Prabowo di rumah beliau, tapi tidak berjumpa. Lalu saya dibawa ke rumah Sri Bintang Pamungkas, seorang fungsionaris PPP yang paling radikal waktu itu,” ucapnya.

Abdullah menggambarkan bahwa teroris ialah istilah yang diberikan kepada mereka yang menentang penjajah. Kata dia, bila itu yang dimaksud oleh Ngabalin, maka dirinya akan bersyukur mendapat label itu.