Abu Vulkanik Gunung Dukono Berhamburan, Warga Terancam

oleh -84 views
Link Banner

Porostimur.com | Tobelo: Aktivitas masyarakat Kota Tobelo dan sekitarnya,terganggu dengan debu vulkanik yang disemburkan Gunung Api Dukono.

Debu kembali mengepung Ibukota Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara itu sepekan terakhir dan mulai mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga di wilayah Kecamatan Tobelo dan Tobelo Tengah.

Tidak sedikit masyarakat yang mengeluhkan instansi terkait, dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah, yang dinilai tidak sigap membagikan masker untuk warga.

“Sudah hampir seminggu ini tidak ada pembagian masker. Padahal debu vulkanik sangat berbahaya dampaknya terhadap penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan jenis penyakit lainnya,” ungkap Aldi, salah satu warga Desa Gamsungi.

Jefri, warga Gamsungi lain terpaksa mendatangi RSUD Tobelo guna meminta masker kepada kerabatnya yang bekerja di rumah sakit tersebut. Namun ia gagal mendapatkan masker lantaran stok milik RSUD juga sangat terbatas.

Baca Juga  Viral: Aksi Herman Bungkus Istri Bikin Geger Media Sosial

“Kami terpaksa minta di RSUD karena terasa sesak ketika bernapas. Apakah stok masker di BPBD sudah habis sehingga tidak dibagikan atau kenapa? Seharusnya lebih sigap. Jika tidak ada masker kerjaan kita sangat terganggu karena aktivitas kita lebih banyak di luar,” ujar Jefri melansir tandaseru.com.

Sementara itu, Kepala BPBD Halut, Abner Manery ketika dikonfirmasi terkait stok masker mengakui persediaan masker sudah sangat menipis. Itu pun stok pemberian dari BPBD Malut.

Sebab untuk tahun 2021 BPBD Halut telah mengusulkan kebutuhan masker sebanyak 5.000 lembar namun belum terealisasi karena kendala keuangan.

“Untuk sisa masker tahun 2020 sudah habis pembagiannya ke masyarakat. Ada stok masker dari pemberian BPBD 1.800 lembar, tetapi sudah kami bagi lebih dari 1.000 masker dan sisanya sekitar 600-an saja,” terangnya.

Baca Juga  Kodim 1502/Masohi Bantu Pembangunan Ponpes Terpadu Binaiya Abdullah Yasin Albayan

“Dan terkait dengan info kami tidak bagi masker itu tidak benar. Kami baru saja bagi pada Senin kemarin di titik keramaian di seputaran Kota Tobelo, mulai dari depan Toko Galaxi, Terminal Wosia dan titik lainnya yang terdampak debu vulkanik,” tegasnya.

Abner juga mengimbau masyarakat agar tetap menggunakan masker. Dia bilang, masker tidak hanya melindungi dari debu vulkanik, tetapi juga digunakan karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

“Masyarakat tetap menggunakan masker, sebab saat ini masih dalam masa pandemi,” tukasnya.

(red/tsc)