AJI Jayapura Kutuk Serangan Terhadap Jurnalis Oleh Massa Pengantar Jenazah Lukas Enembe

oleh -13 views
Ilustrasi kekerasan terhadap jurnalis. Foto (Istimewa)

Porostimur.com, Jayapura – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jayapura dengan tegas mengutuk tindakan brutal yang dialami Arie Bagus Poernomo, seorang jurnalis CNN Indonesia, yang menjadi korban pengeroyokan dan perampasan alat kerja saat meliput arak-arakan pengantar jenazah mantan Gubernur Papua Lukas Enembe di Sentani, Jayapura, Papua, pada Kamis (27/12/2023).

Ketua AJI Jayapura Lucky Ireeuw, menilai peristiwa ini sebagai tindakan yang merugikan kebebasan pers di Tanah Papua. Dia juga mengajak masyarakat Jayapura untuk menghormati dan memahami peran pers sebagai penyampai informasi yang didasarkan pada fakta dan independensi.

“AJI Jayapura mengecam keras aksi pengeroyokan hingga upaya perampasan alat kerja jurnalis di Jayapura,” kata Lucky dalam keterangan pers.

Baca Juga  Kakek 72 Tahun di Ambon Ditemukan Membusuk di Dalam Kamar

Berdasarkan informasi yang diterima AJI Jayapura, tindakan pengeroyokan dan perampasan alat kerja terhadap Arie terjadi sekitar pukul 10.15 WIT. Awalnya, Arie sedang meliput prosesi kedatangan jenazah Lukas Enembe di Bandara Sentani, Jayapura.

“Sejak pagi saat jenazah tiba, situasi di areal Bandara Sentani masih tampak aman. Arie pun melaksanakan tugas peliputan dengan mendokumentasikan video kedatangan jenazah mantan gubernur Papua,” tutur Lucky.

Namun, ketika Arie melanjutkan liputannya untuk mendokumentasikan prosesi iring-iringan massa pengantar jenazah Lukas Enembe menuju Kampus STAKIN, ia diserang oleh sekelompok warga di pertigaan Pasar Lama Sentani yang berusaha merebut telepon seluler yang digunakan Arie untuk meliput.

Baca Juga  Mangkir Panggilan, KPK Ultimatum 4 Orang Saksi Kasus Proyek Malut

“Arie pun langsung mengamankan hasil liputannya dan memasukkan telepon seluler ke dalam baju,” jelas Lucky.

Karena menolak menyerahkan telepon seluler yang digunakan untuk meliput, Arie kemudian menjadi korban pengeroyokan hingga terjatuh di atas aspal. Untungnya, peristiwa ini tidak berlangsung lama karena Arie segera diamankan oleh Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus Maclarimboen, dan dilarikan ke Pos Brimob.

“Hasil pemeriksaan di RS Yowari menunjukkan tempurung lutut kanan Arie mengalami cedera. Setelah mendapatkan perawatan, Arie pun diperbolehkan pulang namun wajib menjalani pemeriksaan rutin,” tuturnya. (red)

No More Posts Available.

No more pages to load.