Namun, ketika Arie melanjutkan liputannya untuk mendokumentasikan prosesi iring-iringan massa pengantar jenazah Lukas Enembe menuju Kampus STAKIN, ia diserang oleh sekelompok warga di pertigaan Pasar Lama Sentani yang berusaha merebut telepon seluler yang digunakan Arie untuk meliput.
“Arie pun langsung mengamankan hasil liputannya dan memasukkan telepon seluler ke dalam baju,” jelas Lucky.
Karena menolak menyerahkan telepon seluler yang digunakan untuk meliput, Arie kemudian menjadi korban pengeroyokan hingga terjatuh di atas aspal. Untungnya, peristiwa ini tidak berlangsung lama karena Arie segera diamankan oleh Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus Maclarimboen, dan dilarikan ke Pos Brimob.
“Hasil pemeriksaan di RS Yowari menunjukkan tempurung lutut kanan Arie mengalami cedera. Setelah mendapatkan perawatan, Arie pun diperbolehkan pulang namun wajib menjalani pemeriksaan rutin,” tuturnya. (red)











