Hasilnya, ia meraih suara mayoritas dan dilantik sebagai Wali Kota Tual yang sah pada Februari 2025. Pelantikan ini menjadi penanda sejarah baru—dari seorang birokrat senior yang menjadi penjabat, lalu berhasil meraih legitimasi politik sebagai pemimpin yang dipilih langsung oleh rakyat.
Gaya Kepemimpinan: Tegas, Inklusif, dan Dekat dengan Warga
Sebagai pemimpin, Akhmad Yani Renuat dikenal dengan pendekatan komunikasi yang terbuka. Ia kerap turun langsung ke kampung-kampung, mendengar keluhan warga, dan memastikan kebijakan pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya. Ia juga dikenal rajin menghadiri forum adat dan keagamaan sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai lokal yang hidup di masyarakat Tual.
Di tengah tantangan pembangunan kawasan kepulauan, seperti keterbatasan konektivitas, ketergantungan pada sektor perikanan, serta fluktuasi harga bahan pokok, Renuat menyiapkan strategi jangka panjang. Salah satunya adalah mendorong penguatan UMKM berbasis komunitas pesisir, modernisasi pelabuhan, dan digitalisasi sistem pelayanan publik.
“Kita ingin membangun Tual bukan hanya dari atas meja, tetapi dari suara rakyat di lapangan,” ucapnya dalam sebuah kunjungan ke wilayah Tual Selatan.
Harapan Baru untuk Kota Tual
Kini, di bawah kepemimpinan Akhmad Yani Renuat, harapan baru tumbuh di Kota Tual. Ia bukan hanya membawa pengalaman birokrasi yang mapan, tetapi juga visi kepemimpinan yang segar dan responsif terhadap perubahan zaman. Dengan latar belakang yang kaya dan komitmen yang kuat, masyarakat Tual menaruh harapan besar padanya untuk membawa kota ini menjadi lebih inklusif, maju, dan bermartabat. (Dino Umahuk)









