Aksi Kamisan

oleh -2 Dilihat

Saya kembali pada pertanyaan, adakah gunanya semua ini?

Ingatan saya kembali pada intel yang mengajak saya berbincang di tempat teduh. Seperti pura-pura bego, ia bertanya, “Ini Aksi Kamisan ke 830 ya Pak?”

Entah mengapa, dari mulut saya keluar sedikit penjelasan yang saya kira membuat dia terkejut, “Iya, ini aksi yang paling bandel dan paling keras kepala yang pernah ada sepanjang sejarah republik ini!”

Saya kira, saya mengucapkan itu dengan rasa bangga walaupun saya tahu itu tidak akan mengubah apapun. Intel ini jelas hanya menjalankan tugas. Seperti para polisi muda di hadapan saya itu. Mereka orang-orang biasa. Mereka tidak punya waktu merenung atau berefleksi. Mungkin, seperti kebanyakan orang Indonesia di perkotaan, hidup mereka disibukkan oleh cicilan dan bunga bank, mereka tidak sempat memikirkan hal-hal di luar hidup sehari-hari mereka. Mereka adalah mesin yang bertanggung jawab pada operator mereka.

Namun saya mengucapkan ini dengan sepenuh hati. Ya, inilah aksi paling bandel dan keras kepala. Dia tetap berlangsung walau pesertanya dua tiga orang. Ia bahkan menjalar ke berbagai kota. Setahu saya, ia cukup rutin digelar juga di Yogyakarta. Juga di Malang. Juga di Semarang. Juga di Kalimantan Timur. Juga mungkin di kota-kota lain.

No More Posts Available.

No more pages to load.