Al-Quds: Antara Salahuddin, Mazhab dan Zionis

oleh -33 Dilihat
Fazwan Wasahua

Apakah Al-Quds hari ini dikunci oleh Syiah? Bukan. Ia dikepung oleh tembok-tembok Zionis. Dihancurkan oleh jet-jet tempur, bukan oleh fiqh Syiah. Maka mengapa kita lebih sibuk memerangi sesama umat, padahal yang mencaplok tanah wakaf bukan mereka?

Mereka yang mengutip Salahuddin sebagai dalih untuk memusuhi Syiah hari ini lupa satu hal: Salahuddin tak pernah menyerukan pemusnahan kaum Syiah. Ia bukan pengkhotbah kebencian. Ia bukan peniup api fitnah. Ia seorang pemimpin militer yang berpikir strategis—dan bahkan menghormati lawan-lawannya yang jujur dalam pertempuran.

Dan yang lebih sering dilupakan: pasukan Salahuddin sendiri terdiri dari beragam etnis, bahkan mazhab. Ia menyatukan umat, bukan memisahkannya. Ia melawan penjajah, bukan mengkafirkan umat.

Baca Juga  Wabup Malra Ajak Generasi Muda Lestarikan Saryat dan Yelim sebagai Identitas Budaya Kei

Lalu apa yang kita lakukan hari ini? Kita mengangkat namanya, tapi melawan semangatnya. Kita mengutip kisahnya, tapi mengkhianati teladannya. Kita gunakan Salahuddin bukan sebagai simbol persatuan, tapi pembenaran sektarianisme.

Sementara itu, Gaza terbakar. Anak-anak terpanggang di tenda pengungsian. Dan kita masih sibuk berdebat tentang fiqh warisan. Kita masih takut berjalan bersama Iran karena mereka bukan dari golongan kita. Kita masih terlalu sibuk mencurigai, dan lupa bahwa kemanusiaan tak menuntut kesamaan mazhab.

No More Posts Available.

No more pages to load.