Al-Quds: Antara Salahuddin, Mazhab dan Zionis

oleh -521 views
Fazwan Wasahua

Ada yang salah, tentu. Tapi mungkin bukan salah mereka. Mungkin salah kita semua—yang sejak kecil diajari tentang “yang sesat”, tapi tak pernah diajari tentang keadilan. Kita disuguhi fiqh, tapi dijauhkan dari etika perlawanan.

Sebagian dari kita merasa cukup membaca hadis-hadis tentang Dajjal, lalu menyimpulkan Iran bagian darinya. Kita lupa: penjajahan bukan dongeng. Ia nyata. Dan nyatanya, bukan Iran yang memblokade Gaza. Bukan Iran yang membom rumah sakit. Bukan Iran yang membunuh jurnalis di Rafah. Itu Israel, bersama sebagian besar negara eropa, dan Amerika tentunya. Tapi mengapa kita lebih takut pada Iran?

Kita bisa berdebat sepanjang hari tentang posisi tangan dalam shalat, tapi enggan berdiri tegak melawan peluru. Kita bisa berteriak lantang soal sesatnya Syiah, tapi mendadak bisu ketika anak-anak Palestina ditanam hidup-hidup di bawah reruntuhan rumah mereka.

Baca Juga  Bansos Korban Bencana Jelang Lebaran 2026 Tembus Ratusan Miliar

Apa sebenarnya ukuran kita dalam berislam? Apakah kita mengukur keimanan orang dari arah mazhabnya, atau dari siapa yang berdiri melawan kezaliman Bukankan perlawanan terhadap kezaliman adalah salah satu esensi ajaran yang fitrawi? Apakah kita masih bisa disebut umat Muhammad jika kita membiarkan penjajahan terus langgeng dementara kita saling berselisih atas nama mazhab?

No More Posts Available.

No more pages to load.