Altercatio Hendrik – Vanath

oleh -60 views

Oleh: Hendra Kasim, Mahasiswa Program Doktor FH UII Yogyakarta/Advokat & Legal Consultant

Berseliweran video Abdullah Vanath Wakil Gubernur Maluku di berbagai platform sosial media yang mengalamatkan kritik kepada Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa yang menurutnya gagal memimpin pemerintahan. Pertengkaran di Jalan Pattimura 1 Provinsi Maluku terdengar ambigu, sebagai satu pasangan yang dipilih bersama oleh rakyat Maluku, wakil gubernur menghujami kritik kepada gubernur, seperti mengkritik diri sendiri. Memang, sejauh ini tidak ada respon orang nomor satu atas kritik dari wakilnya yang dapat diakses publik secara langsung seperti kekecewaan wakil gubernur yang disampaikan lugas di berbagai kesempatan. Sikap diam Hendrik tidak dapat diartikan hubungannya dengan Bupati Pertama Seram Bagian Timur tersebut baik-baik saja. Sebaliknya, sikap diam dapat diartikan menkonfirmasi adanya altercatio antar keduanya.

Baca Juga  Sidang Dugaan Kriminalisasi Karyawan PT WKM, JPU Dinilai Gagal Membuktikan Dakwaan

Altercatio berasal dari istilah Latin altercartus yang berarti bertengkar. Perkembangannya, kata ini kemudian digunakan untuk menjelaskan adanya perselisihan atau pertengkaran antar pihak. Pertengkaran yang terungkap melalui kata-kata. Kemudian berkembang misalnya dalam peradaban Perancis Kuno pada abad ke-12 dengan sebutan altercacion, yang mana pada masanya dimaksudkan untuk memberikan perbedaan posisi melalui penyampaian secara terbuka, baik mengenai pikiran maupun sikap yang berbeda. Kemudian, abad ke 14 diserap dalam tradisi Inggris yang mengartikan altercation sebagai perselisihan verbal yang panas, berisik, dan penuh amarah.

No More Posts Available.

No more pages to load.