Anies dan Ormas Gerakan Rakyat

oleh -311 views
Toni Rosyid

Oleh: Tony Rosyid, Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Anies masih hidup? Ini pertanyaan banyak orang. Jawabnya: “orang pintar akan selalu dinanti”.

Anies pintar, selain cerdas. Indonesia butuh tokoh seperti Anies. Pintar dan punya integritas. Meski kalah di pilpres, berhasil dijegal di pilgub, rakyat tetap merindukan Anies.

Harapan memang tidak selalu linier dengan nasib. Tapi ingat tagline santri Gontor: “man jadda wajada”. Siapa yang sungguh-sungguh, maka ia akan mencapai targetnya.

Setelah sekali nyawapres dan tiga kali jadi capres, Prabowo Subianto akhirnya jadi presiden. Itulah “man jadda wajada”. Ini hukum alam. Sunnatullah.

Para pendukung Anies Baswedan meyakini hukum “man jadda wajada”. Karena itu, mereka membuat wadah ormas bernama “Gerakan Rakyat”. Ormas ini bertujuan untuk menjadi lokomotif Anies dalam beraktifitas di panggung publik, sekaligus sebagai sarana konsolidasi relawan.

Baca Juga  Kejati Maluku Periksa Kuasa Direktur CV Basudara, Dalami Dugaan Korupsi Proyek Jalan Rp14,46 Miliar

Bayangkan, jika ormas “Gerakan Rakyat” ini punya struktur organisasi hingga tingkat kelurahan dan desa, maka operasi sosial dan politiknya akan sangat berpengaruh. Dahsyat dan luar biasa.

Saat ini, Anies Baswedan, kegiatannya lebih banyak di kampus dan bangun jembatan. Didominasi oleh kegiatan akademik dan sosial. Ini memang habitat Anies dari dulu. Anies merasa aman, tepatnya nyaman berada di kampus dan mengurus mesyarakat terpinggirkan. Memang, manusia tidak mudah keluar dari habitatnya. Habitat Anies itu di kampus dan di masyarakat pinggiran. Indonesia Mengajar dan Turun Tangan adalah dua kegiatan Anies yang oriantasinya akademik dan sosial. Basisnya kampus dan daerah terpencil.

No More Posts Available.

No more pages to load.