Porostimur.com, Washington – Amerika Serikat (AS) berupaya mencopot Iran dari anggota Komisi PBB tentang Status Perempuan (CSW) yang berisi 45 negara anggota.
Wakil Presiden AS, Kamala Harris, pada Rabu (2/11/2022) mengatakan, Iran harus keluar dari komite itu karena ada penolakan pemerintah terhadap hak-hak perempuan dan tindakan brutal kepada pengunjuk rasa.
“Amerika Serikat percaya bahwa tidak ada negara yang secara sistematis menyalahgunakan hak-hak perempuan dan anak perempuan harus memainkan peran dalam badan internasional atau PBB yang bertugas melindungi hak-hak yang sama ini,” kata Harris dalam sebuah pernyataan.
Iran baru saja memulai masa jabatan empat tahun di CSW. Negara anggota CSW melakukan pertemuan tahunan setiap Maret, yang bertujuan untuk mempromosikan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.
Aksi protes yang menentang pemerintah Iran meluas sejak kematian Mahsa Amini, seorang wanita Kurdi berusia 22 tahun dalam tahanan polisi pada September lalu. Kerusuhan telah berubah menjadi pemberontakan rakyat Iran dari semua lapisan masyarakat. Ini yang merupakan salah satu tindakan paling berani di bawah kepemimpinan ulama sejak revolusi 1979. Iran menuding musuh asing dan agen mereka memprovokasi kerusuhan tersebut.




