Bagaimana Sains Memandang Isra Mi’raj?

oleh -808 views

Ia terdiri dari foton yang tak bermassa, hingga membuatnya tak butuh energi untuk melaju. Tak ada materi yang bisa melampaui kecepatannya.

Fisikawan Albert Einstein, lewat teori relativitas umum dan khusus, menyebut makin mendekati kecepatan cahaya, materi akan membutuhkan energi teramat besar dengan waktu yang melambat.

Bagaimana Nabi Muhammad, Jibril, dan Buroq melampauinya?

Guru Besar Teori Fisika Institut Tekonologi Surabaya (ITS) Agus Purwanto, dikutip dari situs resmi Muhammadiyah, mengatakan, peristiwa Isra Mi’raj tidak bisa dijelaskan dari sisi Teori Relativitas Khusus Einstein.

“Cahaya ini diketahui oleh ilmuwan dan diidentifikasi bahwa kecepatan cahaya itu 300.000 km/detik. Sehingga jika cahaya ini melingkar mengelilingi Bumi, maka satu detik ini bisa mengelilingi bumi sekitar 6 sampai 7 kali,” ungkapnya.

Baca Juga  PLN Edukasi Warga Batabual soal Keselamatan Listrik dan Pemanfaatan PLN Mobile

Dua postulat utama teori ini adalah bahwa, pertama, kecepatan cahaya di ruang hampa bergerak ke semua arah sama besarnya untuk semua pengamat, tidak bergantung kepada gerakan sumber cahaya atau pengamat itu.

Kedua, semua Hukum Fisika bisa dinyatakan dengan bentuk persamaan yang bentuknya sama pada semua kerangka acuan inersia atau kelembaman (kondisi objek menolak perubahan terhadap kondisi geraknya).

No More Posts Available.

No more pages to load.