Banteng Vs Celeng

oleh -438 views

Partai-partai yang punya ideologi sama justru bersaing lebih keras. Sebelum bersaing dengan partai yang beda ideologi, partai-partai itu harus bersaing dengan partai yang berideologi sama.

PDIP pernah pecah. Partai Amanat Nasional (PAN) pecah menjadi Partai Ummat.

Lalu Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pecah menjadi Partai Gelora. Dalam kuadran partai-partai ideologis, terjadi persaingan internal yang sangat keras. Biasanya persaingan itu lebih keras dibanding dengan persaingan melawan partai di luar kuadran.

Kuskridho Ambardi menulis disertasi dokotoral di Universitas Ohio, Amerika Serikat, dan menjadi buku ‘’Mengungkap Politik Kartel: Studi tentang Sistem Kepartaian di Indonesia Era Reformasi’’ (2009).

Dia mengungkapkan secara tradisional partai-partai di Indonesia terpisah dalam dua kuadran nasionalis dan religius.

Baca Juga  Trump Kembali Serang Media AS soal Pemberitaan Iran

Dua aliran itu bersaing dalam pemilu untuk berebut suara. Namun, setelah pemilu usai dua kubu itu mencair menjadi satu dalam koalisi, dan tidak terlihat lagi perbedaan ideologis di antara keduanya.

Hal ini disebut Ambardi sebagai proses kartelisasi politik yang melahirkan partai pemburu rente dari kekuasaan.

Partai-partai politik tidak bisa hidup menjadi oposisi karena jauh dari rente pemerintah yang menjadi sumber pembiayaan partai. Kartelisasi politik inilah yang menyebabkan matinya oposisi di Indonesia.

No More Posts Available.

No more pages to load.