Muhammad Naipon, salah seorang pemuda asal Sulabesi Barat mengaku bingung dengan langkah Hendrata Thes selaku bupati.
Menurutnya, langkah Hendrata dapat membunuh ekonomi sebagian masyarakat yang bermatapencharian sebagai pelaku usaga transportasi.
“Kasihan. Inikan ada saudara-saudara kita yang usaha di bidang transportasi. Mereka hidupnya di situation. Mobilnya masih kredit. Bisa bangkrut mereka,” katanya.
Muhammad menyebut ada sebagian kelompok yang mencoba memanfaatkan situasi untuk mengambil untung dan mencari muka pada Hendrata yang bermain dibelakang langkah bupati Kepulauan Sula ini.
“Ada yang cari muka dan ambil untung di tengah situasi ini. Demi kepentingan pribadi, mereka tega mengorbankan raka,” tukasnya.
Di dunia maya, langkah Hendrata ini juga tak kurang menuai hujatan. Hendrata dianggap memanipulasi informasi tentang bantuan tersebut.
Salah seorang warganet bernama Andi Alfatih menyayangkan sikap Hendrata yang menyebut bantuan Kementerian PDT sebagai bantuan pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula.
Unggahan Alfatih di group Facebook ini pun ramai ditanggapi oleh nitizen. Akun bernama Jamiel Gkafau menulis “Ataga naga eeee caya Pdahal bgtu eeee”
Vicky Vam Umasangaji menulis “Pernyataan di atas berupa klarifikasi..good news👍👍
Kembali ke point masukan..kalau peta pergeseran opini yg di mainkan secara taktis pada satu desa yg di anggap berpengaruh pada konstalasi politik maka yakin dan percaya desa dan kecamatan lain pun akan iri dan berontak secara halus..sebagai contoh..beberapa kecamatan mangoli yg punya pengaruh penting pada kabupaten pun di abaikan maka yakin dan percaya akan ada skema yg berubah pada pera tahun depan..maka Akan ada bara pada jiwa yg berontak akan sebuah pemekaran..camkan”. (raka)




