Dari Sampah Menjadi Pupuk, dari Pekarangan Menjadi Pangan
Bagi BCL, kebun percontohan tersebut bukan sekadar aktivitas bercocok tanam. Ada pesan lingkungan yang ingin dibangun: sampah rumah tangga dapat diolah menjadi sesuatu yang kembali memberi manfaat.
Salma yang juga Ketua DPRD Halmahera Selatan menjelaskan, BCL pada awalnya lebih banyak bergerak menangani persoalan sampah.
Namun, gerakan tersebut kemudian berkembang. Pengelolaan lingkungan diperluas dengan mendorong pemanfaatan pekarangan sebagai ruang produktif untuk menghasilkan pangan.
Salah satu kunci pengembangan kebun tersebut adalah penggunaan pupuk organik yang diproduksi sendiri.
Sampah organik rumah tangga bersama kotoran ternak, seperti sapi dan ayam, diolah menjadi pupuk untuk tanaman hortikultura yang dibudidayakan.
“Kami menggunakan pupuk organik hasil olahan sendiri. Dengan memanfaatkan sampah organik menjadi pupuk, secara otomatis kami juga mengurangi volume sampah yang dihasilkan di lingkungan,” jelasnya.
Konsep itu sekaligus mempertemukan dua persoalan dalam satu gerakan: mengurangi sampah dan meningkatkan produksi pangan.
Didorong Tumbuh di Pekarangan Warga
Saat ini, BCL Halmahera Selatan memiliki sekitar 75 anggota aktif. Kebun percontohan di Sekretariat BCL menjadi salah satu ruang belajar bagi anggota untuk mengembangkan pola pertanian sederhana yang dapat diterapkan di rumah masing-masing.











