Belajar dari Kegagalan Cinta Salman Al-Farisi, Sahabat Nabi Muhammad SAW

oleh -915 views

Perjalanan sahabat Nabi Muhammad SAW asal Persia, Salman Al-Farisi, mengenal Islam tak mudah. Ia bahkan pernah menjadi budak.

Saat berjumpa dengan Rasulullah SAW, Salman al-Farisi, langsung menyatakan keimanannya. Dengan bantuan beliau dan sejumlah Muslimin, dirinya pun dibebaskan dari status hamba sahaya. Sejak saat itu, ia tidak pernah absen dari perjuangan di jalan dakwah bersama dengan Nabi Muhammad SAW. 

Mengikuti jejak beliau, Salman turut berhijrah ke Madinah. Di kota tersebut, Rasul SAW mempersaudarakan antara kaum Muhajirin dan penduduk setempat (Anshar). 

Bagi yang belum memiliki tempat tinggal, dipersilakan menempati pelataran Masjid Nabawi, yakni bagian yang disebut sebagai Suffah. 

Di Madinah, Salman sangat rajin dalam menuntut ilmu dan bekerja. Ia menghayati betul sabda Nabi Muhammad SAW, Tidak ada orang yang mendapatkan makanan yang lebih baik daripada hasil dari pekerjaan tangannya sendiri. Sebagian penghasilannya ditabung untuk menghadapi hari depan. 

Baca Juga  Negara Menguji Diri, Publik Mengawasi

Akhirnya, Salman ingin menikah. Selama ini hatinya diam-diam condong pada seorang wanita salehah dari kalangan Anshar. 

Akan tetapi, dirinya belum berani melamar Muslimah tersebut. Sebagai seorang pendatang dari luar Arab, ia merasa kurang percaya diri. 

No More Posts Available.

No more pages to load.