Di Antara Cahaya Rindu
aku memuji-Mu
dalam sunyi yang gemetar
sebab Engkau menanam cinta
seperti api di dalam kabut, menghangatkan
tapi juga menyisakan luka
cinta datang sebagai bayang di dinding jiwa
mula-mula sekadar permainan cahaya
lalu menjelma luka
yang enggan disembuhkan
ia tak bisa kuucapkan
sebab setiap kata gugur
sebelum tiba pada maknanya
ia hanya bisa kujalani
seperti malam yang harus dilalui
untuk mengenal pagi
hatiku Kau balikkan
seperti pasir di jam takdir
hari menjadi abu
rindu menjadi doa
dan aku, hanya debu
yang belajar berharap
cinta ini penyakit
namun aku tak meminta sembuh
sebab dalam sakitnya
aku mengenal nama-Mu
dan dalam perihnya
kutemukan arah pulang
Engkau ciptakan ia
dari jenisku sendiri sebagai cermin
sebagai rumah melepaskan lelah
di antara gelap dan terang
aku mencintai
di antara hilang dan kembali
aku bertahan
sebab pada cinta aku belajar
bahwa kehilangan adalah cara-Mu
mengajarkan aku
tentang makna keabadian
Depok, 20 Januari 2026
=====================
Di Antara Dua Nafas
di antara sujud yang jatuh perlahan
dan doa yang tak sempat terucap
Tuhan menyulam dua jiwa
dari debu yang sama
dari rindu yang saling mencari
agar jiwa yang gelisah pulang
ke rumah yang didoakan diam-diam
Ia hembuskan sakinah
seperti subuh yang memeluk malam
menenangkan resah yang tak pernah bersuara
mengusap luka yang lupa cara menangis
Ia titipkan mawaddah
pada detak yang saling mendengar
pada pandang yang tak meminta
pada cinta yang tak ingin gaduh
hanya ingin tinggal
dan saling menjaga
dan rahmah turun
bagai hujan yang tahu caranya lembut
mencuci lelah, menyiram sabar
menghidupkan kembali
yang nyaris runtuh oleh waktu
dari dua hati
Ia bangun satu doa
dari dua luka
Ia anyam satu harapan
dari dua takut
Ia ciptakan sebuah rumah
maka jika kau bertanya
apa itu tanda kebesaran-Nya
ia tersembunyi
dalam genggaman sederhana
dalam doa yang saling dititipkan
dalam cinta yang memilih alamat tinggal
Ternate, 16 Juanuari 2026
================
Aku, Laut dan Namamu
aku mencintaimu
seperti laut mencintai bulan
ditarik tanpa janji pulang
dipanggil tanpa pantai
kupikir ombak adalah takdir
padahal hanya cara laut
mengingkari namanya sendiri
aku karam perlahan
menyebut luka sebagai rumah
menyebut hilang sebagai tinggal
kini kutahu
tak semua yang dalam
ingin diselami
beberapa hanya ingin
menyeretku
agar tenggelam
Ternate, 9 Januari 2026
==============
Belajar Pulang
di dalam cahaya-Mu aku melebur
bukan hancur
hanya nama yang Kau tanggalkan
atas kehendak-Mu kami Kau satukan
aku dan dia, bukan dua
melainkan sela yang Kau sunyikan
hingga jarak lupa bernapas
pada matanya aku tiada
pada dadanya aku menetap
cinta bukan getar rasa
ia fana yang Kau bukakan
agar aku belajar
lenyap tanpa mati
dan hidup tanpa memiliki
kasih dan sayang
adalah rahasia-Mu
yang menjelma raga
Kau titipkan tubuh
agar jiwa mengerti
pulang tak selalu arah
karena telah sampai
dan saat kata kehabisan napas
doa memilih diam, aku tahu
mencintainya bukan tujuan
melainkan cara-Mu
mengajarkanku pulang
tanpa suara
Ambon, 6 Januari 2026
============
Kitab Kecil di Dalam Dadamu
kita dicipta dari malam yang sama
saat terang belum bernama
dan doa masih berupa napas
engkau
tak hadir sebagai lentera
melainkan jeda
tempat hatiku belajar diam
di aliran darahmu
letihku menjadi abu
luruh perlahan
seperti salju
yang lupa caranya jatuh
cinta
bukan nyala yang ingin disaksikan
ia ayat yang disimpan
kalam yang dibaca
saat iman gemetar
dan harap kehilangan suara
jika kelak dunia menutup pintunya
biarlah namamu tinggal
di detak terakhir dadaku
sebab sejak mula
engkau adalah malam
yang diciptakan Tuhan
agar aku mengerti
arti pulang
Ambon, 5 Januari 2026
=================
Mantra Malam Anak Adam
Aku anak Adam
Aku datang dalam malam
Aku lapar
Aku sadar
Lapar bukan kekurangan
Lapar adalah pintu
Aku menutup tubuhku dengan kain
Aku membuka jiwaku dengan batas
Aku makan secukupnya agar nafas tinggal
Aku minum sekadarnya agar langkah pulang
Selebihnya aku lepaskan
Karena yang penuh menjadi tabir
Dan tabir menebalkan gelap
Wahai Yang Maha Halus
cahaya-Mu tidak masuk
ke ruang yang menimbun
Kosongkan aku
Ringankan aku
Biarkan aku lapar namun ingat
Biarkan aku cukup namun dekat
Aku melangkah ke rumah-Mu
Tanpa suara
Tanpa berlebih
Tanpa menuntut
Aku berdiri
Aku berhenti
Karena berhenti adalah adab
Dan adab adalah keindahan
Aku anak Adam
Aku tahu batas
Aku pulang
Ambon, 4 Januari 2026
===========









