Iring-iringan kendaraan melintasi sejumlah ruas utama kota, mulai dari Jalan Ay Patty, Jalan Sultan Hairun, Jalan A.M. Sangadji, kawasan Tugu Trikora, Jalan Diponegoro Urumessing, Batu Meja, hingga Jalan Pattimura.
Euforia bahkan meluas hingga ke luar pusat kota. Kawasan Jembatan Merah Putih (JMP) dipadati ribuan warga, kemudian merembet ke Poka, Wayame, Hatiwe Besar, hingga wilayah Nusaniwe seperti Waringin, OSM, dan Kudamati.
Di berbagai titik, suporter juga menyalakan flare dan mercon, menambah semarak suasana perayaan yang berlangsung hingga menjelang pagi.
Pengamanan Ketat, Perayaan Tetap Kondusif
Untuk memastikan keamanan, sebanyak 340 personel gabungan dari Polresta Ambon, Polda Maluku, dan Brimob dikerahkan mengawal jalannya nobar dan konvoi.
Aparat disiagakan di sejumlah titik strategis untuk mengatur arus lalu lintas dan menjaga ketertiban. Meski ribuan warga turun ke jalan, perayaan tetap berlangsung aman dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat secara signifikan.
Ikatan Emosional yang Tak Pernah Padam
Perayaan ini kembali menegaskan kuatnya ikatan emosional antara masyarakat Maluku, khususnya Ambon, dengan Tim Nasional Belanda.
Ribuan warga dari berbagai penjuru kota terlihat larut dalam kegembiraan—baik yang ikut konvoi maupun yang hanya berdiri di depan rumah sambil melambaikan tangan dan meneriakkan yel-yel kemenangan.











