Bencana Republik

oleh -226 views
Yusuf Blegur, Kolumnis

Oleh: Yusuf Blegur, Kolumnis

Ketika pejabat merasa mulia, rakyat terus diperlakukan hina
Ketika elit politik bergaya hebat, rakyat mengalami rungkad
Ketika penguasa menikmati surga dunia, rakyat bak terhimpit neraka dalam negara

Perilaku kekuasaan tanpa kepekaan krisis dan perasaan berpikir yang kuat hanya akan membawa negara pada kegagalan dan kehancuran. Para pemangku kepentingan publik yang menggunakan jabatannya hanya sebatas tugas dan penghasilan, tidak lebih dari melayani hajat hidup orang banyak sebagai bisnis semata.

Aparatur negara dengan pola pikir dan tindakan yang demikian bukan hanya melahirkan mentalitas dan sikap ego, arogan dan korup, lebih dari itu dapat memicu kerusakan dan kejahatan sebagai bencana nasional baik dalam sistem, komunal maupun personal.

Negara yang dikendalikan oleh orang dan kelompok dengan orientasi materi dan kesenangan hidup yang berlebihan dan melampaui batas, memungkinkan terjadinya pergeseran, pembangkangan dan bahkan manipulasi nilai-nilai yang universal seperti empati, peduli dan solidaritas, termasuk kehilangan rasa Ketuhanan dan kemanusiaan.

Baca Juga  Setelah Puluhan Tahun Tertunda, Blok Abadi Masela Akhirnya Masuk Tahap Konstruksi pada 2027

Dalam pemerintahan, organisasi sosial dan politik serta dalam lingkungan keagamaan sekalipun, distorsi kepemimpinan dan disorientasi pelayanan publik secara masif akan memunculkan praktik-praktik menghalalkan segala cara demi tujuan jabatan dan kekuasaan yang mengorbankan kepentingan umum.

No More Posts Available.

No more pages to load.