Biden Tuduh Trump dan Pengikutnya sebagai Ancaman Demokrasi AS

oleh -0 Dilihat

Presiden AS dari Demokrat itu juga menuduh Trump dan MAGA bersedia membatalkan pemilihan demokratis, mengabaikan Konstitusi AS dan mengembalikan negara ke era lama tanpa hak melakukan aborsi, privasi, kontrasepsi atau pernikahan sesama jenis.

Pidato Joe Biden yang diusung oleh Partai Demokrat itu segera ditanggapi oleh perwakilan Partai Republik. Kevin McCarthy, pemimpin Partai Republik di DPR AS, menyampaikan tanggapannya dari kampung halaman Biden di Scranton, Pennsylvania.

Melansir BBC, McCarthy mengatakan bahwa Presiden Biden telah memecah belah, merendahkan dan meremehkan sesama warga Amerika.

“Mengapa? Hanya karena mereka tidak setuju dengan kebijakannya. Itu bukan kepemimpinan,” kata McCarthy. Dia juga meminta Biden untuk minta maaf karena memfitnah puluhan juta warga Amerika sebagai fasis.

Baca Juga  Registrasi Perlinsos Dimulai 27 Agustus, Pemkot Ambon Bangun Basis Data Sosial Terintegrasi

“Dalam dua tahun terakhir, Joe Biden telah melancarkan serangan terhadap jiwa Amerika, pada rakyatnya, pada hukumnya, pada nilai-nilainya yang paling suci.”

“Dia (Biden) telah melancarkan serangan terhadap demokrasi kita. Kebijakannya telah sangat melukai jiwa Amerika, mengurangi semangat Amerika dan mengkhianati kepercayaan Amerika,” tuduh anggota Kongres dari California tersebut.

Trump diperkirakan akan kembali mencalonkan diri sebagai presiden pada 2024

Biden Tuduh Trump dan Pengikutnya sebagai Ancaman Demokrasi AS
Unsplash.com/Library of Congress

Di sisi lain ketika Biden memberikan kritikan pedas pada lawan politiknya, Donald Trump kabarnya diperkirakan akan kembali mencalonkan diri sebagai presiden pada 2024. Menantu sekaligus ajudan Trump, Jared Kushner mengatakan hal itu pada Jumat.