Boki Topowo dari Galela

oleh -16 Dilihat

Hasil perkawinan Sultan Bacan Said Muhammad Baqir dengan Boki Topowo mendapatkan lima putra dan dua putri masing-masing bernama:

  1. Bangkrung Posuk (Kapas Lolo)
  2. Ajer Posuk
  3. Komalo Bessy
  4. Komalo Nagara
  5. Komalo Kasiruta
  6. Boki Johar
  7. Boki Limateri

Mereka menetap di Sagara/Sigara di tanah Kasiruta (Imbu-imbu). Disebutkan bahwa salah satu putranya yang bernama Kaicil Komalo Bessy, suatu ketika berpindah ke Halmahera bagian Utara dan kemudian mendirikan Kerajaan Loloda dan menjadi Raja Loloda pertama di wilayah Halmahera.

Sementara Dr. Syahril Muhammad, M.Hum, dalam tulisannya tentang “Kesultanan Bacan Awal dan Akhir” yang diterbitkan oleh Malut Post pada Rabu, 17 Oktober 2018 juga sedikit menceritakan tentang Boki Topowo bersama suaminya Said Muhammad Baqir.

Baca Juga  Dramatis! Manchester United Comeback 3-2 atas AS Roma di Old Trafford

Dalam ulasannya, Syahril Muhammad menyebutkan: Bedasarkan kisah Kronik Bacan dan Catatan Antonio Glavao dalam Lapian (2003), disebutkan bahwa Limau Dolik adalah negeri pertama Kerajaan Makeang (Mara) Kie Besi dengan Sultan pertama adalah Sultan Muhammad Baqir. Krisis sumber air, memaksa pusat ibu kota Kesultanan Makeang dipindahkan ke Pulau Kasiruta (Imbu-Imbu) melalui Pulau-pulau Garaici (Talimau), Moari atau Moring-Noari yang mempunyai hubungan dengan sebuah mata air yang dikenal dengan Air Boki (Boki Niako) di Moari.

Melalui semangat budaya Marabose Sultan Muhammad Baqir dan permaisurinya Boki Topowo di antar oleh bala (rakyat) dan kepala negeri-negeri Dolik dengan perahu Kora-kora dari Moari melalui Selat Lata-Lata. Di pulau ini turunlah istri sultan hendak membersihkan diri (mandi) di sungai, sehingga air yang berada di pulau Moari disebut Boki Maake.

No More Posts Available.

No more pages to load.