Oleh: Muhammmad Diadi, Penulis, Pelaku Budaya Galela
Boki Topowo adalah seorang perempuan yang berasal dari Doku (kampung) Seki Galela Halmahera Utara. Dalam tradisi lisan masyarakat Galela, Boki Topowo dikenal sebagai putri pemberi kehidupan (Topowo). Boki ini hijrah ke Bacan mengikuti para pelaut Galela. Di mana orang-orang Galela zaman dahulu mempunyai budaya melaut dan sering mencari ikan, sagu dan damar sampai ke perairan Bacan.
Masyarakat Galela pada saat itu memiliki kepercayaan jika membawa seorang putri yang diberi semacam keberkahan dalam pelayaran, maka hasil melaut mereka bisa melimpah.
Setelah tiba di Bacan, Boki Topowo bertemu dengan seorang lelaki di Pulau Bacan dan menikah di sana namun ada versi lain mengatakan bahwa Boki Topowo bertemu dengan Sultan Bacan yang saat itu berada di Galela dan mereka menikah di Galela.
Dalam tulisan Abdul Rahman tentang: Indentitas Historis Orang Loloda di Pesisir Halmahera Hingga Pasca Era Reformasi Indonesia 1999-2010, juga sedikit mengulas tentang Boki Topowo ini.
Dalam ulasannya, Abdul Rahman mengatakan: Dalam kroniek Van Het Rijk Batjan (Kronik Kerajaan Bacan) sebagaimana ditulis oleh Coolhaas, dikisahkan bahwa kerajaan Loloda didirikan oleh Kaicil Komalo Bessy, Putera Sultan Bacan yang pertama, Said Muhammad Baqir bin Jafar Shadik yang bergelar “Sri Maharaja yang bertahta di bukit Sagara/Sigara” yang kawin dengan Boki Topowo dari Galela.








