Ia menegaskan, hasil investigasi tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menyusun langkah penanganan yang lebih komprehensif melalui sinergi lintas sektor, termasuk evaluasi terhadap infrastruktur, tata kelola lingkungan, hingga aktivitas perusahaan di sekitar wilayah terdampak.
Lima Faktor Penyebab Banjir Teridentifikasi
Dalam rapat tersebut, Ketua Tim Observasi dan Verifikasi, Tarudin, S.Hut., memaparkan hasil investigasi lapangan yang mengidentifikasi sejumlah faktor utama penyebab banjir di Desa Maratana Jaya dan Desa Dorolamo.
Faktor pertama adalah tingginya intensitas curah hujan yang terjadi di wilayah Kecamatan Maba Tengah.
Selain itu, kondisi geografis kedua desa yang berada di kawasan cekungan menyebabkan air lebih mudah menggenang saat debit hujan meningkat.
Tim juga menemukan kapasitas kanal, drainase, dan saluran pembuangan air yang semakin menurun sehingga tidak lagi mampu menampung debit air secara optimal.
Hasil investigasi turut mengungkap adanya tiga titik longsoran di sekitar aliran Sungai Ake Marimba yang menghambat aliran air.
Di sisi lain, pembukaan kawasan hutan dan aktivitas produksi kayu oleh perusahaan di sekitar lokasi juga menjadi salah satu faktor yang ikut memengaruhi meningkatnya risiko banjir.









