Bupati Maluku Tenggara: Adat dan Persaudaraan Jadi Perekat Masyarakat Kei

oleh -4 Dilihat
Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun, menegaskan bahwa siapa pun yang memilih tinggal dan hidup di Kepulauan Kei harus menghormati adat, tata kehidupan, serta nilai-nilai luhur yang diwariskan masyarakat setempat.

“Beta Kei” Harus Dibuktikan dengan Sikap

Lebih lanjut, Thaher menegaskan bahwa identitas “Beta Kei” tidak cukup hanya diucapkan. Identitas tersebut, menurutnya, harus tercermin dalam sikap dan perilaku setiap orang yang hidup di Kepulauan Kei.

Rasa memiliki terhadap tanah Kei dapat diwujudkan dengan menghormati adat, menjaga ketertiban, menghargai sesama, memelihara lingkungan, serta ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Semua itu orang Kei. Kita harus saling mencintai,” serunya.

Thaher turut menyebut sejumlah wilayah dan komunitas, seperti Yut, Nuhuroa, Tutu, Tavun, Saran, dan Salam, sebagai bagian dari ikatan persaudaraan masyarakat Kei.

Semangat persaudaraan tersebut, kata dia, harus terus diwariskan kepada generasi muda agar identitas budaya Kei tidak berhenti sebagai simbol, tetapi tetap hidup dalam perilaku masyarakat sehari-hari.

Baca Juga  TPP Dipangkas, Kas Tertekan, Pemprov Malut Justru Anggarkan Rp4 Miliar untuk Kantor Kejati

Ia pun mengajak seluruh masyarakat, baik yang lahir di Kepulauan Kei maupun mereka yang datang dan memilih menetap, untuk bersama-sama menjaga kehidupan sosial sekaligus menghormati adat setempat.

“Kalau mau hidup di Kei, jadi bagian dari Kei. Jangan merasa orang luar,” tutup Thaher.

(red/mcmalra/adolof)

Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com

No More Posts Available.

No more pages to load.