Cahaya dan Bayangan

oleh -813 views

Ucapan Kise yang dulu terngiang-ngiang di kepala Kuroko.

Demo, Kagami-kun meninggalkanku bukan karena ia mau berpisah denganku kan? Ia meninggalkanku karena ingin melatih kemampuan basketnya di Amerika kan? Batin Kuroko dalam hatinya.

“Kurokocchi kenapa melamun?” tanya Kise melambaikan tangannya di depan Kuroko. Walaupun Kise sendiri yang menuturkan itu, ia malah sudah lupa dengan perkataannya sendiri. Kagami sudah berteman baik dengan Kuroko dan para anggota Kiseki no Sedai lainnya, nyatanya mereka sudah menikmati sensasi pertandingan satu sama lain, dan rasanya dikalahkan oleh kombinasi antara Kagami dan Kuroko dulu. Setelah cahayanya pergi, Kuroko merasa bukan apa-apa.

“Masih ada para Senpai, teman-teman, dan kouhai yang bekerja sama denganku untuk bertanding,” jawab Kuroko meneguk segelas milkshake kesukaannya yang sudah tidak dingin lagi.
“Mou, Kurokocchi. Padahal kau sudah melihat hasilnya-ssu. Kagamicchi juga tak ada lagi di sini kan?,”
“Terserah Kuroko saja-nanodayo. Kami sudah memperingatkan,”

Malam itu, Kuroko mempertimbangkan segalanya. Perkataan milik Kise, Midorima, serta Kagami padanya dulu. Ia yakin suatu saat nanti Kagami akan kembali untuknya. Mereka akan bermain bersama lagi jika mereka masih menggeluti dalam bidang basket. Namun sungguh, Kuroko tidak akan ada apa-apanya tanpa Kagami.

No More Posts Available.

No more pages to load.