Cahaya dan Bayangan

oleh -812 views

Kagami-kun…?
Kagami-kun…?
Kagami-kun…?
Umm, tunggu… Apa kuterima ajakannya Kise-kun saja ya?

“Osu, Kuroko. Kenapa kau malah tampak tak bersemangat seperti itu hari ini?” tanya Hyuuga, sang Clutch Shooter sekaligus kapten tim Seirin.
“Hey, kau! Jangan meremehkan kami ya?! Kau pikir selama ini kerja keras kita tidak ada hasilnya?!” ujarnya meneriaki telinga Kuroko.
“Sumimasen,” tutur Kuroko galau.
“Clutch Time di saat seperti ini huh?” pikir Izuki, sang mata elang.

Hasilnya, perjalanan mereka menuju InterHigh terhenti hari ini. Dengan wajah yang suram, total ke-12 anggota tim Seirin serta Aida Riko, sang pelatih pulang ke rumah masing-masing. Tersisih semudah itu? Tidak dapat dipercaya, pemenang Winter Cup tahun lalu malah terhenti di babak awal InterHigh. Ternyata mereka menang menang karena keberuntungan, ya? Begitu kata orang-orang.

Bagai tikus yang terperangkap, Kuroko sangat gelisah. Memang sih, tadi saat pertandingan ia tak melakukan kesalahan, namun Kuroko memiliki stamina yang lemah, ia tak dapat bermain selama 40 menit penuh. Sebenarnya, apa yang sedang dikhawatirkannya?

Baca Juga  Dana Transfer Dipangkas, Bupati Halsel Hadapi Dilema: Infrastruktur atau Layanan Dasar

Kuroko berdiam diri di salah satu restoran yang sering didatanginya, entah sudah berapa lama ia di sana, ia hanya menatapi kaki yang lalu-lalang dengan tatapan kosong.

No More Posts Available.

No more pages to load.