Cahaya dan Bayangan

oleh -814 views

Selama ini, Aomine-kun juga terlibat dalam perkembanganku dan Kagami-kun. Ia yang mengajariku dalam menembak sehingga aku mampu mencetak skor pertama dengan tembakan ku sendiri di situasi genting. Aku sangat senang. Ia juga yang memberikan sepatunya untuk Kagami-kun di pertandingan terakhir kami pada Winter Cup. Sebenarnya, Aomine-kun itu berhati baik ya?

“Nggak ada pemain yang nggak berguna dalam tim. Sekalipun kau nggak bisa turun di dalam pertandingan, mana ada orang yang tinggal untuk latihan, jadi sama sekali nggak berguna dalam tim. Aku nggak bilang kau pasti akan berhasil kalau nggak menyerah. Hanya saja, kalau menyerah semuanya akan berakhir,”

“Kalau setelah ini permainannya masih jelek, maka aku juga akan menurunkan divisiku. Jadi kumohon, tolong biarkan dia bermain sekali lagi! Suatu saat, dia akan menjadi penyelamat kita. Aku tidak tahu apa alasannya, tapi itulah yang kurasakan!”

Baca Juga  Pertemuan Didit Prabowo dan Jokowi Memantik Spekulasi agar Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap?

Aomine-kun, dia yang menyebabkan aku masuk divisi pertama. Dia yang mengajarkan aku menjadi bayangannya. Dia pula yang menyebabkan aku bertahan sampai di akhir liga final kejuaraan saat kelas tiga. Andaikan ia tak berubah, aku masih mempercayainya sampai sekarang. Tapi bisakah aku mempercayainya lagi? (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.